Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2016

Holding dan Waralaba: Perbedaan Muhammadiyah dan NU Menurut Kalla

    14.15   No comments

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut dua organisasi Islam terbesar, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, punya sistem pengelolaan yang berbeda dalam kewirausahaan.

JK—sapaan akrab Jusuf Kalla—mengatakan Muhammadiyah punya sistem seperti holding company dan manajemen yang baik. JK mencontohkan rumah sakit Muhammadiyah yang pasiennya luar biasa banyak. Sedangkan pengelolaan wirausaha Nahdlatul Ulama seperti franchise.

Yang punya usaha di NU rata-rata merupakan kiai. "Dua-duanya perlu spirit kewirausahaan. NU perlu diperbaiki manajemennya," kata JK ketika membuka acara Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah di Hotel Sahid Rich Yogyakarta, Sabtu, 14 Mei 2016.

Selain JK, ada beberapa tokoh yang datang, di antaranya Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir. Setidaknya, ada 600 orang datang dalam acara tersebut. Jaringan Muhammadiyah terdiri atas saudagar Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, Malaysia, dan Brunei.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan masyarakat hendaknya meningkatkan etos produksi ketimbang etos konsumtif. Etos itu menyangkut spirit yang tumbuh dari dalam untuk menjadi mandiri, sukses, dan mampu bersaing. Haedar melihat etos masyarakat untuk bertahan hidup menurun. Misalnya, orang mengikuti budaya instan, anak muda mencapai sesuatu dengan jalan instan.

Menurut dia, kalangan pengusaha Muhammadiyah kehilangan momentum untuk membangun kultur wirausaha. Dia mendorong kalangan Muhammadiyah untuk memulai membikin banyak usaha, perorangan, ataupun unit-unit bisnis. Misalnya bisnis hotel, tempat wisata, percetakan, dan waralaba. "Ini rintisan awal untuk membangun etos saudagar bisnis," kata Haedar.

Ketua panitia acara, Herry Zudianto, mengatakan temu jaringan saudagar Muhammadiyah bertujuan menguatkan jaringan saudagar. Harapannya, Muhammadiyah bisa bersaing dari sisi bisnis, profesionalisme usaha, dan bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. (more)


Perumahan Islami | Bisnis Bakrie | Bisnis Kalla | Rancang Ulang | Bisnis Khairul Tanjung | Chow Kit | Pengusaha | Ayo Buka Toko | Wisata | Medco

Ekspansi PT Bukaka di Proyek Listrik

    14.01   No comments

Perusahaan induk infrastruktur milik Keluarga Jususf Kalla, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) kembali mencatatkan sahamnya ke lantai Bursa Efek Indonesia (relisting). Perseroan dalam pengawasan keluarga Jusuf Kalla ini melakukan aksi ini karena mengincar proyek pembangkit listrik yang diusung pemeritnah.

Sekretaris Perusahaan Bukaka, Devindra Ratzarwin mengatakan pihaknya kembali ke lantai bursa karena melihat kesempatan ekspansi bisnis. Ia menjelaskan, pihaknya melalui Bukaka Energy memiliki bisnis pembangkit listrik tenaga mini hydro.

"Mengingat itu menjadi program pemerintah saat ini, apalagi ada program pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW). Maka itu, kami melihat potensi di situ," ujarnya dalam konferensi pers di Auditorium Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/6).

Bukaka kembali mencatatkan sahamnya dengan harga Rp 590 per saham dengan jumlah saham tercatat mencapai 2,64 miliar lembar saham. Kapitalisasi pasar perseroan saat ini tercatat Rp 1,56 triliun. Sebelumnya, modal dasar perseroan tercatat 10 miliar lembar atau senilai Rp 3,38 triliun.

Saat ini, pemegang saham Bukaka antara lain PT Denaya Cakra Cipta (Pengendali) dengan kepemilikan 42,6 persen, Armadeus Acquisitions (INR) Limited sebesar 46,6 persen dan masyarakat sebanyak 10 persen.

Devindra menjelaskan, perseroan memiliki beberapa strategi usai relisting, antara lain mencari pendanaan dari skema right issue. Namun, ia menyatakan rencana right issue masih perlu dimatangkan.

"Right issue kami akan memperhatikan market dahulu karena harus kita lihat plus minus karena memang kondisi market saat ini kurang baik," ungkapnya.

Selain itu, perseroan berencana melakukan pembentukan induk perusahaan atau holding company untuk menetapkan rencana investasi bisnis baru dan menetapkan kebijakan pencarian dana (fund raising policy).

"Soalnya untuk saat ini kami masih merupakan operating company juga, selain holding," jelas Devindra.

Lebih lanjut, Devindra menyatakan perseroan juga bakal melakukan restrukturisasi bisnis dan pemisahan bidang usaha (spin off). Ia menjelaskan, pihaknya berencana melakukan perampingan unit bisnis dengan divestasi atau penggabungan unit bisnis yang saling bersinergi.

"Kami berencana mengundang dan menggandeng investor serta melakukan spin off terhadap unit bisnis yang potensial. Nantinya juga akan melakukan IPO atau penerbitan obligasi untuk perusahaan yang sudah spin off," jelasnya.

Yang terdekat, lanjutnya, perseroan bakal melakukan pembentukan anak usaha dan invetasi bisnis baru. Perseroan mendirikan anak usaha, PT Bukaka Mandiri Sejahtera untuk bisnis smelter dan usaha tambang lainnya. Selain itu terdapat rencana pendirian anak usaha PT Bukaka Energi untuk bisnis usaha PLTU dan PLTM lainnya.

"Kami juga akan melakukan modernisasi dengan membeli peralatan mesin baru melalui pembiayaan," jelasnya.

Sebagai informasi, ada keluarga Kalla dalam struktur dewan komisaris Bukaka saat ini, yakni Suhaeli Kalla sebagai Komisaris Utama dan Solihin Jusuf Kalla sebagai Komisaris. Untuk Komisaris Independen dijabat oleh Sumarsono dan jabatan komisaris lainnya dipegang oleh Zulkarnain.

Perumahan Islami | Bisnis Bakrie | Bisnis Kalla | Rancang Ulang | Bisnis Khairul Tanjung | Chow Kit | Pengusaha | Ayo Buka Toko | Wisata | Medco

Rabu, 31 Maret 2010

Indonesia Bidik Peluang Bisnis Strategis di Nigeria

    04.03   No comments
Indonesia mulai menunjukkan keseriusannya dalam memperluas jangkauan ekonomi ke kawasan Afrika Barat, dengan Nigeria menjadi salah satu mitra strategis yang dibidik. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Afrika, Nigeria menawarkan pasar yang luas serta potensi kerja sama di berbagai sektor. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri telah aktif menjajaki peluang investasi dan ekspor ke negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Tingginya jumlah penduduk Nigeria, yang mencapai lebih dari 220 juta jiwa, menjadi daya tarik utama bagi pelaku usaha Indonesia. Selain pasar domestik yang besar, Nigeria juga memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang ke kawasan Afrika Sub-Sahara. Hal ini membuka kesempatan bagi Indonesia untuk memperluas ekspor produk unggulan seperti makanan olahan, farmasi, alat berat, serta produk tekstil dan garmen.

Dalam beberapa forum bilateral, Indonesia dan Nigeria telah sepakat untuk memperkuat hubungan ekonomi. Salah satu upaya konkret adalah rencana pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) yang akan memangkas hambatan tarif antara kedua negara. PTA ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Nigeria serta mempercepat arus barang dan jasa.

Kementerian Perdagangan mencatat bahwa nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Nigeria terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, nilai ekspor Indonesia ke Nigeria mencapai lebih dari USD 1,2 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Produk-produk seperti minyak sawit, makanan instan, dan alat elektronik mendominasi komoditas ekspor Indonesia ke Nigeria.

Sementara itu, Indonesia juga mulai menarik minat investor Nigeria untuk menanamkan modalnya di sektor energi, pertambangan, dan manufaktur. Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah memfasilitasi sejumlah pertemuan bisnis antara pelaku usaha kedua negara, baik dalam bentuk forum daring maupun misi dagang langsung.

Nigeria sendiri tengah berupaya melakukan diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungannya terhadap sektor minyak bumi. Langkah ini membuka ruang luas bagi Indonesia untuk menawarkan keunggulannya dalam sektor agrikultur, industri pengolahan, dan teknologi berbasis UMKM. Produk-produk Indonesia yang dikenal berkualitas namun kompetitif dari sisi harga menjadi nilai tambah yang dicari oleh pasar Nigeria.

Pelaku industri makanan dan minuman Indonesia menilai Nigeria sebagai pasar yang potensial dan masih kurang tergarap. Dengan tren urbanisasi dan gaya hidup modern yang berkembang di kota-kota besar Nigeria, permintaan terhadap produk makanan instan, minuman ringan, serta makanan beku diprediksi akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Selain itu, industri farmasi dan alat kesehatan Indonesia juga mulai membidik pasar Nigeria yang tengah menghadapi tantangan dalam sistem layanan kesehatan. Produk-produk generik buatan Indonesia, yang telah memenuhi standar WHO, menjadi alternatif yang menarik di tengah tingginya harga obat impor dari negara Barat.

Peluang di sektor energi terbarukan juga terbuka lebar, mengingat Nigeria mulai mendorong transisi energi dan pengembangan pembangkit listrik berbasis tenaga surya dan biomassa. Indonesia yang memiliki pengalaman dalam pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan dapat menawarkan kerja sama teknis maupun investasi langsung di sektor ini.

Di sektor infrastruktur, sejumlah BUMN Indonesia telah menunjukkan minat untuk ikut serta dalam proyek pembangunan jalan tol, jembatan, dan pelabuhan di Nigeria. PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT PP dikabarkan telah melakukan studi kelayakan awal untuk menjajaki proyek-proyek tersebut dalam kemitraan dengan kontraktor lokal Nigeria.

Sementara itu, sektor pendidikan dan pelatihan vokasi juga menjadi salah satu fokus kerja sama yang mulai dibangun. Pemerintah Indonesia melalui program beasiswa dan pelatihan teknis untuk warga Nigeria berharap dapat memperkuat hubungan people-to-people yang berujung pada kolaborasi jangka panjang di sektor industri.

KBRI Abuja telah aktif mendorong peningkatan kerja sama ekonomi melalui berbagai inisiatif, termasuk promosi budaya dan produk Indonesia. Beberapa kegiatan seperti "Indonesia Trade and Investment Forum" dan pameran produk halal Indonesia telah berhasil menarik perhatian pelaku usaha dan pengambil kebijakan di Nigeria.

Penguatan diplomasi ekonomi juga dilakukan melalui organisasi multilateral seperti Organisation of Islamic Cooperation (OIC) dan Developing Eight (D-8), di mana Indonesia dan Nigeria sama-sama menjadi anggota aktif. Dalam forum ini, kedua negara sepakat untuk mendorong perdagangan intra-negara anggota dan mempercepat integrasi ekonomi selatan-selatan.

Sektor pertanian menjadi salah satu bidang kerja sama yang cukup menjanjikan. Indonesia dapat berperan dalam membantu modernisasi sektor pertanian Nigeria dengan teknologi dan keahlian yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan nasional, terutama dalam hal pengolahan hasil pertanian dan mekanisasi lahan.

Tak kalah penting adalah sektor digital dan ekonomi kreatif yang mulai tumbuh di Nigeria. Indonesia dengan ekosistem startup yang berkembang pesat dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam membangun kapasitas digital Nigeria. Kolaborasi di bidang fintech, edutech, dan e-commerce dapat menjadi langkah awal kerja sama generasi muda kedua negara.

Sebagai bagian dari strategi diplomasi ekonomi global, Indonesia menyadari pentingnya membangun kemitraan nontradisional yang saling menguntungkan. Nigeria, dengan pertumbuhan ekonominya yang stabil dan kebutuhan akan pembangunan di berbagai sektor, menjadi mitra ideal dalam konteks ini.

Untuk merealisasikan potensi kerja sama yang ada, dukungan dari sektor swasta sangat dibutuhkan. Pemerintah Indonesia mendorong asosiasi dagang, kamar dagang, dan pelaku usaha untuk lebih aktif menjajaki pasar Nigeria melalui berbagai mekanisme promosi dan kemitraan bisnis.

Meskipun tantangan masih ada, termasuk persoalan logistik dan birokrasi di Nigeria, peluang yang ditawarkan tetap sangat menjanjikan. Dengan pendekatan yang terkoordinasi dan strategis, Indonesia dapat memperluas pengaruhnya di Afrika serta memperkuat posisi sebagai kekuatan ekonomi yang diperhitungkan secara global.

Indonesia perlu melihat Nigeria bukan hanya sebagai pasar ekspor, tetapi juga sebagai mitra pembangunan jangka panjang. Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, kedua negara dapat membangun kemitraan yang saling menguntungkan di era globalisasi baru.

Ke depan, kerja sama Indonesia dan Nigeria diharapkan tidak hanya mencakup sektor ekonomi, tetapi juga mencakup bidang pertahanan, keamanan, dan perubahan iklim. Dengan membangun fondasi kerja sama yang kuat hari ini, keduanya dapat menjadi contoh sukses hubungan selatan-selatan yang produktif dan visioner.

Sabtu, 27 Maret 2010

Geliat Perusahaan Thailand Bidik Pasar Aksesori Motor Indonesia

    07.15   No comments


Pasar otomotif Indonesia kembali menarik minat pelaku industri luar negeri. Kali ini, produsen aksesori motor asal Thailand, Panom Racing, menyatakan keseriusannya untuk merambah pasar tanah air yang dinilai sangat potensial. Dengan jumlah pengguna sepeda motor yang mencapai puluhan juta, Indonesia dianggap sebagai ladang subur bagi produk-produk aftermarket berkualitas tinggi.

Dalam ajang pameran otomotif INAPA 2010 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Panom Racing tampil penuh percaya diri. Mereka membawa deretan produk andalan dan memperkenalkan diri secara resmi ke publik Indonesia. Perusahaan ini ingin memperluas jaringan distribusinya dan kini tengah mencari mitra strategis di Indonesia untuk mempercepat penetrasi pasar.

Tanat Sriprang, selaku Associated Manager Panom Racing, menjelaskan bahwa mereka memiliki lebih dari 30 ribu item aksesori dan komponen motor. Dari produk harian hingga perangkat khusus balap, Panom Racing mengklaim siap memenuhi segala kebutuhan pengendara motor. “Kita punya semua aksesoris dan komponen yang para pengguna motor cari,” ujar Tanat.

Berbagai produk unggulan seperti shockbreaker tipe upside down, kaliper rem empat piston, CDI racing, hingga tuas rem disiapkan untuk meramaikan pasar Indonesia. Produk-produk ini bukan hanya menyasar pengguna motor harian, tapi juga komunitas pecinta modifikasi dan pelaku balap motor yang terus berkembang di Indonesia.

Panom Racing bukan pemain baru di industri otomotif Asia. Mereka telah menjangkau pasar di Vietnam, Filipina, Kamboja, bahkan Jepang. Tak hanya itu, produk mereka juga diekspor ke pasar global seperti Amerika Serikat dan Italia. Jangkauan ekspor yang luas ini menjadi bukti bahwa kualitas produk Panom Racing telah diakui secara internasional.

Di negara asalnya, Thailand, Panom Racing dikenal luas dengan empat gerai besar yang tersebar di sekitar Bangkok. Dari gerai-gerai tersebut, mereka mengaku meraih omzet harian mencapai 30 ribu dolar AS. Angka ini mencerminkan tingginya permintaan akan aksesori motor dan kekuatan merek mereka di pasar domestik.

Melihat kemiripan budaya berkendara dan tingginya populasi motor di Indonesia, Panom Racing optimistis bisa meraih kesuksesan serupa. Mereka menilai bahwa Indonesia memiliki potensi pasar yang bahkan lebih besar dibanding beberapa negara yang sudah lebih dulu mereka garap.

Melalui keikutsertaan dalam INAPA 2010, Panom Racing menjadikan momen ini sebagai batu loncatan untuk mengenalkan produk mereka secara luas di Indonesia. Mereka tidak hanya berharap mendapatkan eksposur, tetapi juga ingin menjalin koneksi bisnis jangka panjang dengan para distributor lokal.

Keberhasilan penetrasi Panom Racing ke pasar Indonesia sangat bergantung pada strategi distribusi yang mereka bangun. Untuk itu, mereka tengah aktif mencari mitra lokal yang tidak hanya kuat dalam jaringan, tapi juga memahami karakteristik konsumen Indonesia.

Konsumen Indonesia, yang dikenal gemar memodifikasi motornya, menjadi target utama Panom Racing. Mereka percaya bahwa produk-produk racing dan aksesori estetika akan dengan cepat mendapat tempat di hati pasar. Hal ini sejalan dengan tren modifikasi motor yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Komunitas motor yang berkembang pesat di Indonesia juga menjadi salah satu alasan kuat Panom Racing melebarkan sayap ke sini. Dari klub motor matic, motor sport, hingga komunitas balap jalanan, semuanya memiliki ketertarikan terhadap aksesori berkualitas tinggi untuk menunjang performa dan tampilan kendaraan.

Panom Racing menegaskan bahwa mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga membawa filosofi performa dan estetika dalam berkendara. Dengan desain yang agresif dan teknologi terkini, mereka berharap bisa mengisi celah di segmen premium aftermarket.

Meski persaingan di pasar aksesori motor tanah air cukup ketat dengan kehadiran berbagai merek lokal dan internasional, Panom Racing yakin akan daya saing mereka. Harga yang kompetitif dan variasi produk yang luas menjadi keunggulan yang mereka tawarkan.

Selain itu, mereka juga menyiapkan layanan purna jual dan dukungan teknis untuk para mitra dan konsumen di Indonesia. Panom Racing bertekad membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan melalui pelayanan maksimal dan ketersediaan suku cadang.

Dalam jangka panjang, Panom Racing juga membuka kemungkinan untuk membangun basis produksi di Indonesia jika respons pasar terbukti kuat. Langkah ini tidak hanya akan mempercepat distribusi, tetapi juga membantu menekan harga dan meningkatkan efisiensi logistik.

Para pelaku industri aksesori lokal menyambut baik kehadiran Panom Racing karena diharapkan dapat meningkatkan standar kualitas dan menciptakan kompetisi sehat. Dengan semakin banyaknya pemain global masuk, pasar aksesori Indonesia diharapkan terus berkembang dan memberi keuntungan bagi konsumen.

Panom Racing melihat Indonesia bukan sekadar pasar ekspor, tetapi sebagai mitra jangka panjang dalam pengembangan industri otomotif regional. Mereka menginginkan hubungan bisnis yang bersifat saling menguntungkan dan berkelanjutan.

Dengan strategi agresif dan visi jangka panjang, Panom Racing siap bertarung di pasar aksesori motor Indonesia. Mereka percaya bahwa masa depan industri otomotif Asia akan ditentukan oleh pasar-pasar besar seperti Indonesia yang dinamis dan terus tumbuh.

Melalui keberaniannya masuk ke pasar yang menantang ini, Panom Racing menunjukkan bahwa mereka siap menjadi bagian penting dari lanskap industri aksesori motor di Indonesia. Langkah awal telah dimulai, dan kini tinggal menunggu respons pasar yang akan menentukan arah ekspansi mereka ke depan.

Dibuay oleh AI

Senin, 15 Maret 2010

Menuju 2030, Indonesia Bidik Lima Besar Dunia

    10.34   No comments

Indonesia kian mantap menatap masa depan sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama dunia. Berbagai prediksi dari lembaga ekonomi global menyebutkan bahwa Indonesia berpeluang besar masuk dalam lima besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030. Posisi strategis, kekayaan sumber daya, serta bonus demografi menjadi modal utama yang terus dikapitalisasi untuk menggapai ambisi tersebut.

Namun capaian itu tidak akan datang dengan sendirinya. Dibutuhkan skenario yang terukur dan konsisten untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar besar, tetapi juga pusat produksi dan inovasi global. Pemerintah dan pelaku usaha dituntut mengambil langkah nyata yang mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional secara merata dan berkelanjutan.

Pertama, Indonesia harus mampu memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang kini didominasi oleh generasi produktif. Peningkatan kualitas pendidikan vokasi, pelatihan kerja berbasis industri, serta penguatan digital skill menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang kompetitif dan adaptif terhadap perubahan teknologi.

Reformasi birokrasi yang lebih dalam juga menjadi syarat mutlak untuk menciptakan iklim investasi yang sehat. Perizinan usaha yang cepat, transparan, serta penegakan hukum yang konsisten akan menarik lebih banyak investasi langsung, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Tanpa sistem yang efisien, investor akan mencari negara lain yang lebih siap menyambut modal mereka.

Di sektor industri, transformasi menuju industri manufaktur berteknologi tinggi harus dimulai sejak sekarang. Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan mulai membangun kapasitas pengolahan di dalam negeri. Nilai tambah dari hilirisasi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Penguatan infrastruktur menjadi fondasi penting dalam menyokong ekspansi ekonomi. Proyek-proyek strategis seperti pembangunan pelabuhan, rel kereta logistik, jaringan tol, hingga infrastruktur digital harus dirancang tidak hanya untuk Jawa, tetapi merata ke seluruh penjuru nusantara. Konektivitas yang baik akan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Peran sektor digital tidak bisa diabaikan dalam membentuk ekonomi masa depan. Indonesia memiliki peluang besar menjadi raksasa ekonomi digital di kawasan, mengingat besarnya jumlah pengguna internet dan populasi muda yang akrab dengan teknologi. Dukungan terhadap startup teknologi, keamanan siber, dan regulasi digital yang adaptif perlu menjadi prioritas.

Di bidang energi, transisi menuju energi baru terbarukan harus dipercepat. Ketergantungan pada energi fosil tidak hanya memperburuk dampak lingkungan, tetapi juga membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global. Investasi dalam energi surya, angin, dan panas bumi dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.

Ketahanan pangan dan sektor pertanian juga harus menjadi fokus utama. Indonesia perlu merevolusi sistem pertanian tradisional menjadi lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Digitalisasi pertanian, akses pembiayaan untuk petani, serta perluasan pasar ekspor produk pertanian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Sektor pariwisata juga menyimpan potensi luar biasa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan kekayaan alam dan budaya yang tak tertandingi, pengembangan destinasi wisata yang terintegrasi, ramah lingkungan, dan berkelas internasional bisa menjadi motor pertumbuhan baru yang menyerap jutaan tenaga kerja.

Untuk memastikan pertumbuhan yang inklusif, pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan ekonomi harus berjalan paralel dengan pembangunan ekonomi. Pemerintah perlu memperkuat program jaring pengaman sosial dan memastikan akses pendidikan serta layanan kesehatan tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kebijakan fiskal dan moneter yang stabil dan pro-pertumbuhan juga penting untuk menjaga kepercayaan pasar. Indonesia harus disiplin dalam menjaga defisit anggaran, meningkatkan rasio pajak, dan mengelola utang dengan bijak agar tidak menimbulkan tekanan jangka panjang terhadap perekonomian nasional.

Kestabilan politik dan kepastian hukum menjadi faktor yang tak kalah penting. Indonesia harus menjaga kohesi sosial dan mencegah konflik horizontal yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi. Kepemimpinan yang kuat dan berpihak pada kepentingan nasional akan menjadi fondasi penting menuju 2030.

Keterlibatan aktif dalam diplomasi ekonomi juga harus diperluas. Indonesia harus memainkan peran strategis dalam forum-forum internasional seperti G20, ASEAN, dan APEC untuk memperkuat akses pasar, memperjuangkan kepentingan dagang nasional, dan mempererat kemitraan strategis dengan negara-negara maju.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi modal penting untuk menciptakan visi bersama menuju 2030. Tanpa kolaborasi yang erat, berbagai program strategis hanya akan menjadi dokumen tanpa dampak nyata di lapangan.

Skenario menuju lima besar ekonomi dunia juga membutuhkan keberanian dalam membuat keputusan-keputusan besar, termasuk reformasi struktural yang mungkin tidak populer secara politik, tetapi krusial untuk masa depan bangsa. Kepemimpinan yang visioner dan tegas akan menentukan seberapa jauh Indonesia bisa melompat ke depan.

Membangun budaya riset dan inovasi juga menjadi syarat mutlak. Pemerintah perlu meningkatkan anggaran riset dan mendorong kolaborasi antara kampus dan industri. Hanya dengan inovasi, Indonesia bisa bersaing dalam ekonomi berbasis pengetahuan yang kini mendominasi dunia.

Pemberdayaan UMKM juga tidak boleh dikesampingkan. Sebagai tulang punggung ekonomi nasional, UMKM perlu mendapat dukungan pembiayaan, digitalisasi, dan akses pasar agar mampu naik kelas dan terhubung dengan rantai pasok global. Inklusi keuangan menjadi kunci untuk mendorong transformasi sektor ini.

Menjelang 2030, waktu kian singkat. Tapi dengan arah kebijakan yang tepat, Indonesia bukan hanya akan menjadi negara berpenduduk besar, melainkan juga ekonomi raksasa yang disegani dunia. Optimisme harus diimbangi dengan kerja keras, konsistensi, dan keberanian berinovasi.

Mimpi masuk lima besar ekonomi dunia bukanlah utopia. Itu adalah target yang realistis jika bangsa ini mampu menjaga stabilitas, memperkuat fondasi, dan terus bergerak maju. Dengan tekad yang menyatu, Indonesia punya segala syarat untuk menjadi kekuatan baru dunia.

Sejarah telah mencatat banyak negara yang mampu melakukan lompatan besar dalam waktu singkat. Kini, giliran Indonesia menuliskan babak baru sebagai negara dengan ekonomi tangguh, berdaya saing tinggi, dan mampu menjadi teladan bagi negara berkembang lainnya.

Dibuat oleh AI

Jumat, 12 Maret 2010

Kalla Lines Perkuat Layanan Laut ke Indonesia Timur

    20.29   No comments


Sejak didirikan pada 19 April 1989, PT Kalla Lines terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan pelayaran nasional yang fokus pada layanan penumpang dan kargo antar pulau, khususnya dari Pulau Jawa menuju wilayah timur Indonesia. Perusahaan ini hadir dengan misi utama mendukung pemerataan pembangunan dan konektivitas nasional melalui jalur laut.

Kalla Lines lahir dari komitmen kuat untuk menjawab kebutuhan transportasi laut yang andal dan berkualitas, terutama bagi wilayah Indonesia Timur yang masih menghadapi tantangan aksesibilitas. Perusahaan ini mengambil peran penting sebagai jembatan logistik antara pusat-pusat produksi di Jawa dengan daerah-daerah yang tengah berkembang di kawasan timur.

Dalam upayanya memperlancar arus logistik dan mobilitas penduduk, Kalla Lines menyediakan layanan kapal penumpang dan pengangkutan barang yang menjangkau berbagai pelabuhan strategis di Indonesia. Layanan ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi regional, tetapi juga menjadi tumpuan masyarakat yang bergantung pada jalur laut untuk distribusi kebutuhan sehari-hari.

Komitmen terhadap kualitas pelayanan menjadi prinsip utama yang dipegang Kalla Lines. Setiap armada yang dioperasikan dirancang untuk memberikan kenyamanan, keselamatan, serta ketepatan waktu dalam pengiriman. Dengan standar operasional yang tinggi, perusahaan ini berhasil membangun kepercayaan di tengah persaingan sektor pelayaran nasional.

Wilayah Indonesia Timur, yang mencakup Sulawesi, Maluku, hingga Papua, telah lama menjadi fokus perhatian pemerintah dalam upaya pemerataan pembangunan. Kalla Lines berperan aktif dalam mendukung program ini dengan membuka rute-rute pelayaran reguler yang mampu menghubungkan wilayah terpencil dengan pusat ekonomi nasional.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tol laut pemerintah, Kalla Lines juga terus memperluas jaringannya dengan membuka jalur-jalur baru yang sebelumnya tidak terlayani secara optimal. Kehadiran Kalla Lines di pelabuhan-pelabuhan kecil membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran layanan logistik laut yang terstruktur seperti yang ditawarkan Kalla Lines terbukti mampu menurunkan biaya distribusi dan meningkatkan efisiensi rantai pasok. Hal ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk-produk lokal dari Indonesia Timur di pasar nasional.

Perusahaan ini juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun sektor swasta, untuk mengoptimalkan fungsi pelabuhan serta mempercepat arus distribusi barang. Dengan sinergi ini, Kalla Lines ingin memastikan setiap sudut negeri mendapat akses logistik yang setara.

Tak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, Kalla Lines juga memiliki visi sosial yang kuat. Perusahaan ini sering terlibat dalam pengangkutan bantuan kemanusiaan dan logistik pasca-bencana, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Kontribusi ini menegaskan peran strategis Kalla Lines dalam pembangunan nasional.

Dengan lebih dari tiga dekade pengalaman, Kalla Lines telah membangun reputasi sebagai pelayaran yang andal dan profesional. Pengalaman panjang ini menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika industri pelayaran yang semakin kompetitif dan menantang.

Transformasi digital juga menjadi bagian dari strategi Kalla Lines dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan. Sistem pelacakan kargo, manajemen rute digital, hingga pemesanan daring menjadi bagian dari pembaruan layanan yang terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan zaman.

Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan kondisi geografis yang kompleks, Kalla Lines terus memperkuat armadanya dengan teknologi navigasi terkini dan pelatihan awak kapal secara berkala. Hal ini bertujuan untuk menjamin keselamatan perjalanan sekaligus menjaga kelancaran operasional.

Keberhasilan Kalla Lines dalam menjaga konsistensi layanan laut ke Indonesia Timur tidak lepas dari semangat dan dedikasi seluruh tim yang terlibat. Dari kantor pusat hingga kru kapal, seluruh elemen perusahaan bekerja dalam satu visi untuk menghadirkan transportasi laut yang inklusif dan berkelanjutan.

Kalla Lines juga berkomitmen terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan dalam operasionalnya. Efisiensi bahan bakar dan pengelolaan limbah kapal menjadi perhatian penting dalam upaya menjaga kelestarian laut sebagai jalur utama distribusi nasional.

Sebagai bagian dari Kalla Group yang dikenal luas di sektor industri dan jasa, Kalla Lines mendapat dukungan sumber daya yang mumpuni untuk terus berinovasi. Dengan sinergi internal ini, perusahaan mampu menjawab tantangan logistik nasional secara lebih efektif dan menyeluruh.

Pemerintah memandang peran Kalla Lines sebagai mitra strategis dalam membangun konektivitas antarwilayah. Dukungan regulasi dan kebijakan yang pro terhadap pelayaran nasional menjadi modal penting untuk mempercepat pengembangan sektor logistik laut.

Permintaan akan jasa transportasi laut diprediksi akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Kalla Lines melihat ini sebagai peluang sekaligus tanggung jawab untuk memperluas kapasitas dan memperkuat layanannya secara berkelanjutan.

Dalam menghadapi masa depan, Kalla Lines bertekad untuk tidak hanya menjadi operator pelayaran, tetapi juga katalisator pertumbuhan ekonomi kawasan timur. Dengan semangat melayani dan membangun, perusahaan ini ingin hadir sebagai solusi logistik nasional yang terpercaya.

Kalla Lines membuktikan bahwa dengan komitmen, profesionalisme, dan keberpihakan pada kepentingan daerah, sektor pelayaran bisa menjadi tulang punggung pembangunan. Perjalanan panjangnya selama lebih dari 30 tahun menjadi bukti nyata dedikasi dalam membangun konektivitas maritim nasional.

Di tengah semangat membangun dari pinggiran, Kalla Lines terus berlayar menghubungkan pulau-pulau, membawa harapan dan kemajuan ke wilayah-wilayah yang selama ini terpinggirkan. Dan dalam setiap pelayaran itu, terselip misi besar: membangun Indonesia dari laut.

Dibuat oleh AI

Selasa, 16 Februari 2010

Kalla Group, Warisan Tiga Generasi dari Timur

    08.47   No comments


Jusuf Kalla kembali menegaskan bahwa keberhasilan bisnis keluarganya, Kalla Group, bukanlah hasil instan ataupun limpahan kekuasaan semata. Dalam sambutannya saat meresmikan Kalla Tower, gedung perkantoran setinggi 15 lantai di Jalan Sam Ratulangi, Makassar, ia mengurai perjalanan panjang perusahaan yang telah bertahan dan tumbuh selama lebih dari enam dekade. Pernyataannya menjadi penegasan bahwa kerja keras dan konsistensi adalah fondasi utama dari keberhasilan jangka panjang.

Kalla Group, yang kini menjadi salah satu konglomerasi paling berpengaruh dari luar Pulau Jawa, telah melewati tiga generasi dalam perjalanannya. Dimulai dari ayahanda JK, Hadji Kalla, perusahaan ini awalnya berdiri sebagai NV Hadji Kalla Trading Company pada 1923. Fokus utama kala itu adalah perdagangan hasil bumi, tekstil, dan bahan bangunan, dengan basis utama di Makassar, kota pelabuhan penting di Indonesia Timur.

Ketika memasuki generasi kedua, Jusuf Kalla mengambil alih dan mulai membawa perusahaan ke arah yang lebih modern. Salah satu langkah penting yang diambilnya adalah masuk ke bisnis otomotif. Dengan menggandeng Toyota, Kalla Group berhasil menjadi diler utama di Sulawesi Selatan, Tenggara, Barat, dan Tengah. Ekspansi ini menjadi tulang punggung utama pertumbuhan bisnis keluarga selama puluhan tahun berikutnya.

Dalam kesempatan peresmian Kalla Tower itu, JK juga menyinggung pentingnya filosofi bisnis yang adaptif. Ia menekankan bahwa perusahaan harus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat. Itulah sebabnya Kalla Group terus berekspansi ke berbagai sektor lain, mulai dari energi, logistik, properti, pendidikan, hingga infrastruktur. Menurutnya, relevansi terhadap zaman adalah kunci bertahan di tengah kompetisi yang makin ketat.

Gedung Kalla Tower yang baru saja diresmikan menjadi simbol transformasi Kalla Group. Bangunan ini bukan sekadar kantor, tetapi menjadi representasi kerja keras dan kebanggaan daerah. JK mengaku sengaja menempatkan kantor pusat di Makassar sebagai bentuk komitmen bahwa perusahaan dari luar Jakarta juga bisa tumbuh dan berkontribusi secara nasional. "Di Jakarta cukup kantor perwakilan saja," ujarnya dengan tegas.

Peresmian Kalla Tower juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional, seperti pemilik Bosowa Aksa Mahmud, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, hingga para mantan menteri dan pimpinan BUMN. Kehadiran mereka memperlihatkan jaringan luas dan pengaruh Kalla Group dalam percaturan ekonomi dan sosial Indonesia. Grup ini bukan hanya pemain bisnis, tetapi juga institusi yang dihormati.

JK mengatakan bahwa ia akan mulai berkantor di Wisma Kalla tersebut, namun tetap menjaga kehadiran di beberapa kota strategis lainnya seperti Jakarta dan Padang. Baginya, fleksibilitas lokasi kantor adalah kebutuhan zaman, namun simbol dan semangat tetap harus berasal dari akar, yaitu Sulawesi Selatan. Pesan ini menjadi pengingat bahwa pusat pertumbuhan ekonomi tak harus selalu berpusat di ibu kota.

Kisah sukses Kalla Group juga menjadi jawaban atas sorotan terhadap bisnis yang dijalankan oleh pejabat dan mantan pejabat negara. JK dengan gamblang menyatakan bahwa kekayaan keluarga Kalla bukan buah dari 3-4 tahun, melainkan hasil dari perjuangan panjang selama 60 tahun lebih. Ia ingin publik memahami bahwa membangun perusahaan besar butuh waktu panjang, bukan hasil instan atau jabatan sesaat.

Transformasi manajemen Kalla Group menjadi salah satu kunci keberhasilannya bertahan hingga kini. Perusahaan tidak lagi dijalankan hanya oleh keluarga, melainkan juga oleh para profesional muda yang diberi ruang untuk berinovasi. Kombinasi antara pengalaman generasi pendiri dan semangat generasi baru menjadi modal penting bagi kesinambungan usaha.

Kalla Group juga dikenal sebagai perusahaan yang memiliki komitmen sosial kuat. Lewat Yayasan Hadji Kalla, mereka aktif di bidang pendidikan, keagamaan, dan kesehatan. JK sendiri selalu menekankan pentingnya berbagi kepada masyarakat, terutama di wilayah Indonesia Timur, sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang telah dicapai.

Sebagai salah satu tokoh nasional, Jusuf Kalla kerap memberi contoh bahwa pengusaha daerah pun bisa berperan besar dalam pembangunan bangsa. Ia menunjukkan bahwa profesionalisme, integritas, dan komitmen terhadap kualitas mampu menjadikan bisnis lokal bersaing di level nasional maupun global. Prinsip ini terus menjadi pegangan utama dalam ekspansi Kalla Group.

Meski tidak lagi menjabat sebagai Wakil Presiden, JK tetap aktif memberikan masukan dalam isu-isu nasional. Namun dalam konteks bisnis, ia kini lebih banyak memberikan ruang kepada generasi penerus untuk mengelola dan mengembangkan perusahaan. Ia tetap menjadi tokoh sentral, namun perannya kini lebih kepada pembimbing dan penjaga nilai-nilai perusahaan.

Pengakuan terhadap kiprah Kalla Group bukan hanya berasal dari kalangan bisnis, tetapi juga dari akademisi dan pemerintahan. Grup ini kerap menjadi mitra penting dalam program pembangunan daerah dan nasional. Jejaknya dapat dilihat dalam berbagai proyek strategis, mulai dari pembangkit listrik hingga proyek perumahan rakyat.

Penting dicatat, Kalla Group tidak pernah lepas dari nilai-nilai lokal yang membesarkannya. Spirit Bugis-Makassar yang penuh etos kerja dan loyalitas tetap melekat dalam budaya perusahaannya. Ini menjadikan Kalla Group tidak hanya unggul dalam hal bisnis, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan otentik di mata masyarakat.

Ke depan, tantangan tentu akan semakin kompleks. Dunia bisnis bergerak cepat dengan disrupsi teknologi dan perubahan pasar global. Namun Kalla Group tampaknya siap menghadapi era baru ini, dengan terus memperkuat struktur organisasi dan melakukan digitalisasi di berbagai lini bisnisnya.

Dengan usia perusahaan yang hampir seabad, Kalla Group telah menjadi bukti nyata bahwa bisnis keluarga dapat berkembang menjadi konglomerasi yang profesional dan berdaya saing tinggi. Ia bukan sekadar simbol kesuksesan, tetapi juga inspirasi bahwa dengan kerja keras, nilai, dan arah yang jelas, setiap usaha dapat mencapai puncaknya.

Kini, berdiri megah di tengah Kota Makassar, Kalla Tower bukan hanya menjadi bangunan fisik. Ia adalah monumen dari sebuah cita-cita panjang, ketekunan antar generasi, dan bukti bahwa dari timur Indonesia pun bisa lahir kekuatan ekonomi nasional yang diperhitungkan. Kalla Group bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga masa depan.

Dibuat oleh AI

Sabtu, 16 Januari 2010

Grup Hadji Kalla: Konglomerat Timur dengan Gurita Bisnis

    08.50   No comments


Makassar, Indonesia - Grup Hadji Kalla (GHK), sebuah nama besar yang harum di kancah bisnis nasional, terus menunjukkan eksistensinya. Berawal dari Makassar, GHK telah menjelma menjadi konglomerat yang merambah berbagai sektor usaha, dengan Jusuf Kalla, salah satu pendirinya, yang kini dipercaya sebagai Menko di kabinet.

GHK, yang didirikan pada tahun 1952 oleh H. Kalla dan Hj. Atirah, memulai perjalanannya di bidang tekstil. Kini, dengan lebih dari 4.000 karyawan, GHK telah melebarkan sayapnya ke sektor otomotif, elektronik, agroindustri, perdagangan, jasa konstruksi, dan properti.

Perjalanan panjang GHK dimulai dengan nama NV Hadji Kalla Trading Company, sebuah perusahaan keluarga yang kini telah mencapai generasi kedua dan ketiga. Pada tahun 1967, GHK memasuki sektor konstruksi dan properti dengan mendirikan PT Bumi Karsa, yang berhasil membangun jalan trans Sulawesi, bendungan, dan Bandara Hasanuddin.

Pada tahun 1969, H. Kalla merambah bisnis otomotif dengan mendirikan PT Hadji Kalla sebagai agen tunggal pemasaran mobil Toyota di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Kini, perusahaan ini memiliki 18 cabang yang tersebar di wilayah tersebut.

Pada 7 Agustus 1970, GHK mendirikan PT Bumi Sarana Utama, yang bergerak sebagai dealer aspal curah Pertamina di Sulawesi dan Kalimantan. Perusahaan ini juga memiliki armada kapal tanker dan truk sendiri untuk memastikan kelancaran pasokan.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan minat masyarakat terhadap otomotif, GHK menjalin kerja sama dengan produsen otomotif lainnya pada tahun 1996. Mereka mendirikan PT Intim Utama Mobil sebagai dealer mobil KIA, dan PT Makassar Raya Motor sebagai dealer mobil Daihatsu dan Nissan.

Pada tahun yang sama, GHK mendirikan PT Bumi Sarana Beton, yang fokus pada pengembangan kawasan permukiman di Makassar. Untuk melengkapi divisi usaha ini, didirikan pula PT Baruga Asri Nusa Development yang bergerak di bidang properti. Selain itu, GHK juga memiliki dan mengelola hotel melalui PT Sahid Makassar Perkasa, bekerja sama dengan Grup Sahid.

GHK tidak berhenti di situ. Mereka terus melebarkan sayap ke sektor agroindustri melalui PT Makassar Mina Usaha dan PT Duta Sentral Sulawesi Agro, yang masing-masing bergerak di bidang penangkapan dan pengolahan ikan tuna untuk ekspor, serta agrobisnis.

Belakangan ini, GHK merambah ke sektor elektronik melalui PT Kalla Electrical System, serta industri transportasi melalui PT Kalla Lines dan PT Bukaka Lintas Tama.

Menurut Halim Kalla, Direktur Utama PT Makassar Utama Motor, industri otomotif, khususnya produk mobil Toyota, menjadi andalan GHK saat ini. Perusahaan menargetkan peningkatan penjualan mobil Toyota sebesar 3.000-4.000 unit per tahun, sementara PT Makassar Raya Motor dan PT Intim Utama Mobil menargetkan penjualan 300-400 unit per tahun.

Halim Kalla menjelaskan bahwa target tersebut realistis, mengingat merek Toyota telah lama dikenal dan dipercaya oleh konsumen di Makassar. Sementara itu, produk Daihatsu dan KIA masih membutuhkan upaya lebih untuk diterima di pasar Makassar dan wilayah Indonesia Timur lainnya.

Bagi Halim Kalla, bisnis otomotif memiliki prospek yang cerah di Makassar dan wilayah Indonesia Timur. Hal ini terbukti saat krisis ekonomi 1997-1999, ketika penjualan mobil di Makassar justru meningkat karena tingginya daya beli masyarakat akibat larisnya komoditas pertanian dari Sulawesi Selatan.

Meskipun salah satu anggota keluarga besar Kalla menjabat sebagai pejabat tinggi negara, Halim Kalla menegaskan bahwa GHK tidak pernah mendapatkan perlakuan istimewa. Mereka tetap menjalankan bisnis secara profesional dan tidak meminta kemudahan dari pemerintah, untuk menjaga citra positif Jusuf Kalla.

GHK terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan bisnis dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah timur.

Dengan diversifikasi usaha yang luas dan manajemen yang profesional, GHK siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di masa depan.

Dibuay oleh AI

Minggu, 16 Maret 2008

Keluarga Kalla Jajaki Bisnis Mobil Cina

    08.45   No comments
Adik bungsu Jusuf Kalla, Suhaelly Kalla, terjun ke bisnis mobil produksi Cina. Suhaelly dengan perusahaan PT IGC International menjadi distributor mobil merek Geely di Indonesia.

Menurut Suhaelly, keterlibatan dalam bisnis mobil Cina karena peluangnya cukup menarik. Geely mampu menghasilkan produk yang kompetitif dengan harga lebih murah. “Harga sedan dibawah Rp 100 juta tiap unit,” kata Suhaelly, dalam acara peluncuran mobil Geely CK CKD (completely knock down), Jakarta (16/5).

Suhaelly mengaku, terjun ke bisnis otomotif bukanlah yang pertama kali. Puluhan tahun, katanya, dia sudah terlibat dalam perusahaan otomotif. Keluarga Kalla memiliki perusahaan distribusi otomotif dengan bendera NV Hadji Kalla.

Hubungan darah dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kata Suhaelly, tak otomatis dirinya mendapat perlakuan khusus. Hal ini diamini oleh Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Prindustrian Budi Dharmadi. “Tidak ada perlakukan khusus. Hanya mendapat insentif sesuai Peratusan Pemerintah Nomor 1 Tahun2007,” ujar Budi di tempat yang sama.

Peraturan tersebut mengatur fasilitas pajak penghasilan untuk penanaman untuk penanaman modal dibidang usaha tertentu. PT IGC Coorporation yang ditunjuk sebagai agen tunggal mobil Geely, berdiri tahun ini sebagai usaha patungan antara Indonesia, Malaysia dan Cina.

Hingga kini, IGC masih memproses dealer (agen penjual) yang ditunjuk untuk Geely. Secara resmi Geely CK CKD akan diluncurkan ke pasar Indonesia pada Juli ini dengan fokus wilayah Jakarta dan sekitarnya serta Jawa Barat. Target penjualan pada 2007 sebanyak 2.000 unit.

Rabu, 24 Oktober 2007

Kalla Jajaki Penguasaan Industri Mobil: Berguru Dari Cina

    05.46   No comments
Keluarga Kalla Jajaki Bisnis Mobil Cina
Kamis, 17 Mei 2007 | 09:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Adik bungsu Jusuf Kalla, Suhaelly Kalla, terjun ke bisnis mobil produksi Cina. Suhaelly dengan perusahaan PT IGC International menjadi distributor mobil merek Geely di Indonesia.

Menurut Suhaelly, keterlibatan dalam bisnis mobil Cina karena peluangnya cukup menarik. Geely mampu menghasilkan produk yang kompetitif dengan harga lebih murah. “Harga sedan dibawah Rp 100 juta tiap unit,” kata Suhaelly, dalam acara peluncuran mobil Geely CK CKD (completely knock down), Jakarta (16/5).

Suhaelly mengaku, terjun ke bisnis otomotif bukanlah yang pertama kali. Puluhan tahun, katanya, dia sudah terlibat dalam perusahaan otomotif. Keluarga Kalla memiliki perusahaan distribusi otomotif dengan bendera NV Hadji Kalla.

Hubungan darah dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kata Suhaelly, tak otomatis dirinya mendapat perlakuan khusus. Hal ini diamini oleh Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Prindustrian Budi Dharmadi. “Tidak ada perlakukan khusus. Hanya mendapat insentif sesuai Peratusan Pemerintah Nomor 1 Tahun2007,” ujar Budi di tempat yang sama.

Peraturan tersebut mengatur fasilitas pajak penghasilan untuk penanaman untuk penanaman modal dibidang usaha tertentu. PT IGC Coorporation yang ditunjuk sebagai agen tunggal mobil Geely, berdiri tahun ini sebagai usaha patungan antara Indonesia, Malaysia dan Cina.

Hingga kini, IGC masih memproses dealer (agen penjual) yang ditunjuk untuk Geely. Secara resmi Geely CK CKD akan diluncurkan ke pasar Indonesia pada Juli ini dengan fokus wilayah Jakarta dan sekitarnya serta Jawa Barat. Target penjualan pada 2007 sebanyak 2.000 unit.

Sponsor

Get updates in your email box

Complete the form below, and we'll send you our recent update.

Deliver via FeedBurner